dan kita pasti akan bertemu.
tenggang rasa
gatalnya tidak menentu, renyah gigit sedikit gahar.
wujud.
kamu tidak sendiri, tetapi kamu selalu bersama dirimu sendiri. kecepatan terlalu ceppat untuk di perlamban, seiring dengan apa yang sudah di garis bawahi oleh dorongan untuk tidak di garis bawahi. apa yang terjadi bila sendiri? yang terjadi adalah kamu tidak akan pernah sendiri. bila yang kamu inginkan tanpa kesendirian, maka kesendirian tidak akan kusam atau berantakan. karena apa? karena kalian tidak akan pernah sendiri di tengah kesendirian yang membalut rasa sepi. apa pengertian dari sepi hanyalah sebuah imajinasi ketika kaki terasa kaku, karena imajinasi yang mengatur semua menjadi beku. sendiri bukan berarti sendiri, dan sepi bukan berarti sendiri. bila dorongan itu terjadi sendiri alangkah lenturnya sang imajinasi, begitu pula dengan kokohnya kesepian yang sangat berarti untuk keteraturan yang akan terjadi. sepi? sendiri? imajinasi? mencari-cari bersama kekukuhan bahwa imajinasi akan terintimidasi oleh sepi yang tidak akan pernah sendiri. sendiri? diam, menyapa? diam, liukan bergeser kepada kediaman yang akan saling menyapa untuk menyusun bagaiamana kokohnya bantal yang tidak akan pernah berhenti membawa mimpi.
“goodbye eleven, and welcome thirteen because waving hand for twelve too.”
antariksa
ketika mata sudah merendah, mencabuti lirikannya sendiri untuk sampai pada titik kosong mendelik. sesampai bola mata terputar karena aliran pandang tertentang bersamaan telinga yang mulai panas tertiup endusan begitu lekat dari para reruntuhan daun. selisih jalinan antara kedipan dengan jarak waktu yang mulai merintih kesakitan. pandangan perih akibat secuil kertas yang mulai memasuki alam pikir tanpa jasa, suaranya memangku cermin yang mulai retak oleh kulit yang mulai berkerut.
imitasi dari rasa.
“persetan saya,” ujarnya melalui lidah perantara. “terima kasih,” sederhananya rasa.
mereka
Mereka saling bertengkar karena satu hal yang sama, memberi rasa.
Mereka saling bersenyum lebar karena satu hal yang sama, memberi rasa.
Saling sama memberi rasa diruang yang berbeda.
semenjak gulita datang, belum datang hingga silau. tidak perlu silau tapi cukup semenjana terang untuk melihat teksture yang terlihat dan sebentar lagi lampu akan mati dan pasti terganti oleh matahari.